Tetap Hidup, Yaa

ramandhanidanix

Kadang jadi anak bungsu tuh aneh yaa. Di satu sisi masih sering dianggap paling kecil, paling dimanja, paling nggak boleh terlalu mikirin banyak hal. Tapi di sisi lain, ternyata ada banyak hal yang kita pikirin sendirian.

Tentang rumah. Tentang orang tua yang makin tua. Tentang masa depan yang belum jelas. Tentang uang, pekerjaan, pasangan, dan banyak hal yang bahkan nggak tau harus diceritain ke siapa.

Kita sering bilang, “nggak apa-apa kok,” cuma karena nggak pengin bikin orang lain ikut kepikiran. Akhirnya ya udah, dipendem sendiri. Nangis sendiri. Besoknya bangun lagi seolah semuanya baik-baik aja.

Padahal ada hari-hari di mana rasanya pengin banget ada yang nanya lebih dalam. Bukan cuma, “kamu kenapa?” tapi seseorang yang mau tetap tinggal walaupun jawabannya panjang dan mungkin nggak bisa langsung selesai.

“Teruntuk anak bungsu, tetap hidup yaa, walaupun sedihmu selalu kau peluk erat sendiri.”

Karena aku tau, kadang kamu juga capek. Cuma mungkin terlalu terbiasa bilang kuat sampai lupa kalau sebenarnya kamu juga boleh merasa nggak baik-baik aja.

Nggak harus selalu punya jawaban. Nggak harus selalu bisa menyelesaikan semuanya hari ini. Kalau hari ini cuma sanggup bertahan dan menjalani hari seperti biasa, yaa udah. Mungkin memang segitu dulu yang kamu mampu.

Dan kalau nggak ada yang tau seberapa berat isi kepalamu akhir-akhir ini, setidaknya jangan sampai kamu sendiri ikut lupa untuk menjaga dirimu.

Tetap hidup yaa. Pelan-pelan aja.

Masih banyak hal yang belum sempat kamu rasakan.

إرسال تعليق